Selasa, 08 September 2015

Grizzolicious | Giveaway yang Engga Murahan

Kuliner Malang itu memang gak ada matinya. Cafe-cafe yang ada di sini tumbuh terus. Yang satu mulai sepi pengunjung, hadir satu lagi lainnya. Begitu terus. Sampai-sampai di tempat yang nyempil pun ada cafe juga.

Grizzolicious ini salah satunya yang terletak di Jalan Bunga Coklat.

Biasanya kalau lewat di jalan itu, ketemunya sama Momochi. Tapi eh lama-lama, ada sesuatu yang baru berdiri di samping kedai mochi es krim itu. Yaitu si Grizzolicious ini. Beberapa kali lewat tapi cuma bisa bertanya-tanya sendiri sama teman, 'itu apa yah?'. Setelah coba kepo instagramnya, info yang didapat hanya tempat makan itu menyediakan varian pancake. Namun karena masih sepi pengunjung akhirnya gak tertarik deh buat ke sana.

Tapi beberapa waktu kemudian, account instagram Grizzolicious mengadakan sayembara dengan hadiah berupa menu-menu yang akan saya review ini. Sayembaranya pun cukup mudah, hanya dengan merepost post mereka dan mendapatkan 70 likes, maka menu-menu tadi dapat berpindah ke dalam perut kita dengan gratis. Okay. Saya mencobanya dan saya pun berhasil. Tapi hadiahnya baru saya ambil setelah hampir satu bulan kemudian :D



Grizzolicious - Fried Oreo
Grizzolicious - Fried Oreo

Rabu, 26 Agustus 2015

Buttersweet | Menikmati Pancake yang Tumpeh-tumpeh

Buttersweet ini bisa dibilang cafe pertama di Malang yang menyajikan dessert-dessert cantik tepat sebelum meledaknya trend nongkrong di cafe ekonomis di Malang ini. Saat itu saingannya masih Racel Risol, Monopoli, Kotak Ikan. Sayangnya letaknya rada nyempil nih, kalau gak baca petunjuknya dengan jelas bisa kelewatan itu... padahal di pinggir jalan. Lokasinya ada di depan patung pesawat Suhat pas. Jadi kalo datang dari arah Suhat kan belok kanan tuh di patung pesawat, nah beloknya pelan aja dan langsung ambil kiri masuk ke ruko-ruko itu. Di depan jalannya ada LP3I. Di depan tokonya ada pohon kersen yang lebat sii... jadi ketutupan. Cafenya warna putih yaah.

Buttersweet ini menyajikan menu pancake, waffle, dan taiwan dessert dalam berbagai varian rasa. Tapi terakhir ke sana, wafflenya udah gak ada lagi. Padahal belum sempat nyobain. Kulineran di sini enak lho. Kenapa? Karena rasanya enak dan porsinya gede. Satu porsi itu terdiri dari dua lembar pancake yang lebar dan tebal. Kalau buat mbak-mbak gaul apalagi cabe-cabean, satu porsi pancake ini bisa untuk berdua. Kalau buat mbak-mbak yang makannya banyak, seporsi pancake ini udah bikin kuenyang banget. Bahkan kadang saya mesti ambil napas dulu buat ngehabisin beberapa potongan terakhir, hehe. Biasanya kan kalau kita lihat gambar di menu itu sering kecewa karena topingnya atau ukurannya gak sesuai sama di gambar. Tapi ini engga. Buktiin sendiri deh :D


Harganya pun ramah di kantong. Pancake biasa dengan topping semacam selai cokelat, madu, oreo, milo, milk powder, dan yang sejenis-sejenis itu dibanderol dengan harga Rp8.000 sampai Rp10.000 aja. Kalau yang topping premium gitu mulai dari Rp13.000 sampai Rp18.000. Harga sebelum BBM dan dollar naik lagi yaah.

Di bawah ini adalah beberapa menu yang pernah saya cobain di sana. Ada beberapa varian pancake lainnya juga sii, tapi gak ada potonya.

vanilla green tea pancake
Buttersweet - Vanilla Green Pancake

Kamis, 20 Agustus 2015

[GAGAL] Diet Mayo

menu diet mayo


Menjadi orang yang suka makan yaa tentunya punya resiko jadi ndut. Kayak saya, hehe. Tapi saya sih udah ndut dari SMA, cuman waktu mulai kuliah dah kurusan. Dan karena ngikut OCD selama empat bulan, 6-8 kilo lemak yang berlebih dari berat ideal saya itu akhirnya bisa dipangkas juga. Kurang dua kilo lagi sampai mencapai berat yang saya inginkan. Itu sekitar pertengahan tahun 2014

Namun, sayangnya saya gak bisa fokus OCD lagi setelah itu. Godaannya mulai banyak karena saya mulai mengenal yang namanya foodie dan sering browsing resep-resep. Iya, suka masak kue-kue juga sih. Akhirnya sedikit demi sedikit berat saya bertambah lagi. Nyobain makanan ini itu. Apalagi saat pulang kampung di bulan ramadhan, ibu saya getol banget ngasi putrinya ini makan. Dipikirnya kalau saya udah kurusan terus bisa makan semua-semua. Tapi yaa kan gak gitu juga, buukk~ :'(

Lalu saya bertemu dengan ramadhan lagi di tahun ini, dan lagi-lagi ibu saya getol nyuruh maem. Alasannya adalah perbaikan gizi. Mumpung lagi di rumah. Maka bertambah lagi berat saya sampai-sampai saya ngerasa berat banget dan cepet ngos-ngosan kalau naik tanjakan (depan kos saya tanjakan). Saya pun memutuskan untuk mencoba diet mayo, karena walaupun saya bilang lagi OCD tapi tetep ajah gak bisa konsisten. Mungkin kalau nyobain diet mayo jadi bisa lebih konsisten, secara kan bayar gitu kateringnya. Dan ini adalah bulan-bulan terakhir saya bisa diet sebelum nanti pulang kampung karena selesai merantau, jadi di rumah gak bisa diet-dietan lagi. Masalah saya hanya pada perut dan teman-temannya yang buncit. Kalau kaki saya sih udah cantik proporsinya buat saya. Tapi perut ini ajaaaa... kalau dengan pakaian sehari-hari yang kaosan sih gak kentara, eh tapi waktu saya nyobain kebaya duuhh keliatan deh ndutnya~ :'(

Saya pun memilih katering diet mayo di salah satu vendor yang ada di Malang (cek aja IG saya buat tahu vendornya). Sepaket diet mayo selama 13 hari ini dibanderol seharga Rp480.000. Murah donk yah? Secara waktu saya browsing-browsing penyedia katering diet mayo Malang semua kisarannya di atas satu juta. Gila. Ada yang Rp1,1 juta, ada yang Rp1,3 juta. Ada sih yang murah Rp800.000 sama Rp720.000. Tapi yaah masih tetep mahal juga buat kantong anak kos. Lalu saya menemukan vendor ini. Oke, cobain deh setelah menyisihkan uang makan saya.

Pengiriman kateringnya dilakukan sekali sehari antara pukul 9.00 - 12.00, tapi biasanya jam 10 udah nyampe di tangan saya. Paket yang datang adalah asupan untuk makan siang dan malam, karena makan paginya yang berupa secangkir teh/kopi tanpa gula disiapin sendiri. Well, saya gak pernah sarapan pagi... kebiasaan OCD. Makan siang dimulai pukul 12.00 - 2.00 dan makan malam sebelum jam enam sore. Menunya dikemas dalam satu kotak makan sekali pakai yang berisi menu untuk siang dan malam (fotonya liat di bawah nanti). Saya kira bakal dapat dua kotak, tapi ternyata satu aja :(

Sebelumnya si Mbak sudah memberitahukan bahwa menunya tidak mengikuti juklak dari diet mayo sana, disesuaikan sama lidah orang sini katanya. Jadinya masih ada menu roti. Namun per harinya tetap rendah kalori.

Bicara masalah rasa, gak ada rasanya guys... :'(
Hidup saya selama seminggu itu terasa hampa banget tanpa ada rasa-rasa gurih yang hinggap di lidah. Kalau ditanya apa lemes, engga lemes sih... Si Mbak ini masaknya dengan cita rasa pedes, tapi pedesnya gak sedap karena tanpa gula dan garam. Hiks. Apalagi saat nyicipin sawi atau bayam, rasanya paiiitt. Beda deh sama yang dimasak sop.

Bicara soal harga... ternyata masih kemahalan menurut saya.
Karena menu kateringnya ini lebih banyak sayur-sayuran, dan Rp480.000 itu untuk 13 hari masih terbilang mahal. Kalau di tempat kalian ada dapur dan ada waktu masak, mending masak sendiri aja dah. Kalau masak sendiri mungkin ngabisin dua ratus ribuan. But it's okay, karena kemaren saya lagi sibuk jadi gak bisa nyiapin makan sendiri.

Lalu hasilnya bagaimana?
Seperti di judul itu... gagal. Hehe. Di minggu pertama saya berhasil menurunkan tiga kilo, tapi di minggu selanjutnya karena udah gak tahan dengan perasaan hampanya akhirnya saya selalu cheating tiap hari. Seporsi satu hari. Bahkan di hari-hari terakhir udah gak nafsu lagi makan makanan diet mayo ini. Dan seminggu kemudian saat saya ngecek berat lagi, berat saya balik ke semula. Hahaha. Huuufft... T_T

Pengalaman diet mayo saya ini bukan bermaksud untuk menyurutkan niat Anda melakukan diet mayo, hanya untuk memberi gambaran hal-hal yang bisa membuat Anda gagal dalam berdiet. Jadi tips dari saya agar diet mayo Anda lancar adalah :
  1. Mantapkan niat. Niat saja gak cukup, tapi harus benar-benar mantap.
  2. Jangan kunjungi laman yang berisi makanan. Jangan pula terlalu sering jalan-jalan di pusat penjualan makanan.
  3. Sebelum memulai diet, pastikan makanan yang bikin Anda ngiler sudah Anda cicipi. Jadi waktu diet nanti gak kebayang-bayang lagi.
  4. Perbanyak aktifitas sehingga Anda tidak akan memiliki banyak waktu memikirkan hampanya lidah Anda.
  5. Kalau bisa ajaklah teman untuk diet bersama. Teman yang mendukung akan terasa berbeda dengan teman yang ikut merasakan rasa makanan Anda.
Lalu apa yang akan saya lakukan setelah ini untuk menurunkan berat badan saya?
Entahlah. Sepertinya saya akan kembali pada OCD dan menjalankan O7W dengan rajin. Hmm.

menu diet mayo

Selasa, 11 Agustus 2015

Mochi Maco | Tempat Baru, Menu Baru

Ahh... setelah lama gak bisa blogging karena terhalang skripsi, akhirnya saya kembali lagi untuk menuntaskan draft-draft saya :)
Sayangnya, semua draft itu jadi tergolong late post deh :(

Kali ini (kali lalu?) saya icip-icip menu baru di Mochi Maco outlet Suhat. Kebetulan ada menu chicken wings-nya yang pengen saya cobain, karena saya sukak banget sama sayap ayam yang digoreng. Langsung aja deh cuss ke sana...

Sabtu, 13 Juni 2015

Presley Coffee Shop | Makan Enak Sembari Memandangi Baju-baju Cantik

Cafe ini kecil, nyempil, dan terletak di lantai dua di Dieng. Satu ruko sama yang jual baju-baju (lupa namanya) dan sebelahan sama toko kebutuhan bayi. Waktu mau masuk sempat ragu, 'kok sepi yah?'. Eh tapi setelah masuk, udah ada banyak pelanggan. Dan semakin lama kami menghabiskan waktu di sana, semakin banyak orang yang hilir mudik. Cafe ini berbentuk L, dan untuk mereka yang ingin suasana lebih hening bisa memilih meja di belakang dalam sana. Tapi saya memilih di balkon saja, mau menikmati jalan. Ternyata kalau kita makan di dalam, kita bisa melihat koleksi yang dijual di toko baju yang ada di lantai bawah. Karena dinding bagian dalamnya itu adalah dinding kaca. Jadi bisa intip-intip deh. Nah kalau udah kenyang dan pengen cuci mata, bisa masuk ke toko di bawah deh :D

Presley Coffee Shop - Bagian Utama

Minggu, 03 Mei 2015

Makcik | Menikmati Kue Sus Aneka Rasa

Kunjungan pertama ke kedai ini adalah saat awal-awal mereka buka. Biasa, gara-gara tergiur melihat postingan seorang food blogger :D

Maka meluncurlah saya dan kawan ke Jl. Pulosari. Kedai ini terletak di samping Kotak Ikan yang spesialisnya pempek. Kalo tiba-tiba jadi pengen makan pempek, mampir ajah ke sana :D

Setiap datang ke sini pasti ramai pengunjung, bahkan sampai antri segala. Namun tenang saja, pelayanannya cepat kok. Gak perlu nunggu lama-lama buat menunya datang. Begitu selesai pesan, bayar langsung ke kasir, lalu duduk cantik deh nungguin menunya. Tapi waktu kunjungan pertama ke sini, ada kejadian yang memalukan. Teman saya mecahin gelas karena kesenggol tasnya. Duuhh... jadi mesti ganti rugi Rp10.000 buat gelasnya deh :(

Makcik ini kedai dengan menu andalannya puff atau kue sus dan es mangkuk. Saya adalah penggemar kue sus, jadi sudah pasti pengen nyobain makan di sini. Waktu itu kami datangnya menjelang ashar. Sudah semangat mau nyobain kue sus, eh tapi kue susnya udah abis. Akhirnya cuma pesan es mangkok dan mie deh.


Makan-makan di Makcik