Senin, 28 November 2016

Ayam Saus Jeruk

Assalamu'alaikum!

Sudah empat hari draft postingan ini belum juga saya selesaikan. Haha. Tiada lain tiada bukan karena saya malas melanjutkannya dan banyak kerjaan lain. Tapi hari ini bakal saya selesein biar blog ini bisa hidup lagi ^^

ayam saus jeruk cookingfoodie


Oke, kali ini saya akan share resep mudah yang bisa dikerjakan selama 30 menit. Satu jam lah dengan persiapannya, dan bisa satu jam lebih kalau menghitung waktu untuk ke pasarnya. Resep ini saya temukan di blognya Mbak Endang, food blogger favorite saya. Bagi yang suka jeruk dan suka ayam, bisa banget nih nyobain kombinasi yang satu ini.

ayam saus jeruk cookingfoodie

AYAM SAUS JERUK

Bahan:
  • 1,5 cm jahe, cincang halus
  • 3 siung bawang putih, cincang halus
  • 2 sendok teh cabai bubuk (optional)
  • 2 buah cabai rawit merah, rajang halus
  • 1/2 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok makan saus tiram
  • 1 sendok teh garam
  • 2 sendok teh tepung maizena 
  • 1 sendok makan gula palem bubuk/gula Jawa sisir halus
  • 1 sendok makan saus tomat
  • 1 sendok makan saus sambal botolan (optional)
  • 2 sendok makan sirup orange merk apapun (jika warna dan aroma masakan kurang berbau jeruk)
  • 1 botol minuman Pulpy Orange  ukuran 350 ml atau gantikan dengan jus dari perasan jeruk asli (Sunkist atau Mandarin) sebanyak 350 ml
  • 300 gram fillet dada atau paha ayam, potong tipis
  • 3 sendok makan tepung maizena


Cara membuat:
  1. Siapkan mangkuk. Masukkan 1/2 porsi jahe, 1/2 porsi bawang putih, cabai bubuk, cabai rawit, merica, garam dan tepung maizena. Aduk rata. Masukkan 1/2 botol Pulpy orange, aduk rata kemudian masukkan potongan ayam. Aduk rata dan simpan di dalam kulkas di wadah tertutup selama 20 menit atau semalaman.
  2. Keluarkan dari kulkas dan tiriskan ayam sampai benar-benar tiris. Sisihkan bumbu perendamnya.
  3. Taburi permukaan ayam dengan 3 sendok makan tepung maizena. Balurkan ayam dengan tepung hingga rata.
  4. Siapkan wajan dan panaskan minyak agak banyak. Goreng ayam hingga coklat keemasan. Angkat dan sisihkan. Tuang minyak sisa menggoreng ke wadah lain.
  5. Tuang sisa bumbu perendam ke wajan yang digunakan untuk menggoreng. Tambahkan sisa cincangan bawang putih dan jahe, gula palem, saus tomat, sambal, sirup orange (jika pakai), dan sisa pulpy. Aduk rata.
  6. Masak dengan api kecil sambil diaduk hingga mendidih dan kental. Masukkan ayam goreng, aduk rata hingga terlumuri bumbu. Cicipi dan sesuaikan rasanya. Angkat dan hidangkan.
ayam saus jeruk cookingfoodie


Rajangan daun bawang dan wijen sangrai bisa dijadikan pelengkap ayam ini. Taburi saja.

Sayangnya waktu saya buat, jahenya kebanyakan. Rasanya jadi ga seimbang deh. Haha. Dan sejak saat itu saya selalu menghindari resep yang ada jahenya. Duuh..

Selamat mencoba! ^^

Rabu, 15 Juni 2016

Racel Risol, Tempat Nongkrong Mahasiswa Malang

Seminggu ini saya lagi asik nonton drama Korea yang berjudul Who Are You. Hal yang mencolok buat saya di drama itu adalah sebuah cafe bernama Coffee Bay. Kafe ini muncul terus sih. Tokoh utama mau nongkrong, ngongkrongnya di sana. Ibu-ibu mau meeting, meetingnya di sana. Ngerjain tugas juga di sana. Mungkin Coffee Bay ini jadi sponsornya yah. Oh satu lagi, ada warung mie juga yang sering muncul. Hehe.


Selasa, 07 Juni 2016

Illy Cafe, Cafenya Anak Muda Malang

Ada satu cafe yang letaknya 'malu-malu kucing' di kota Malang. Anak gaul (yang suka bergaul) minimal pernah mendengar namanya. Iya, namanya adalah Illy Cafe. Kafe ini letaknya tersembunyi, yaitu menyatu dan berada di dalam toko Lay-Lay di Jl. Semeru, Malang. Jadi, walaupun saya selalu melewatinya setiap hari saat PKL ke Lawang, saya gak akan pernah tau kalau di dalam sana ada sebuah kafe yang asik. Sembunyi sih!

Lay-Lay sendiri merupakan sebuah minimarket yang menjual barang-barang impor, lokal juga ada sih, tapi kalo mau cari makanan impor lebih gampang ditemukan di sini. Seperti ramen Korea, nori, atau mochi. Nah, gedung yang ditempati Lay-Lay ternyata terbagi menjadi dua bagian. 2/3 bagian ditempati oleh Lay-Lay, sisanya digunakan oleh Illy Cafe, dan secuil lahan dipojokan ditempati stand Baskin Robbins. Waalaupun saya sudah beberapa kali ke Lay-Lay, tapi saya belum nyadar juga lho kalo yang di sebelah itu Illy. Haha.

Maafkan kualitas kamera yang buruk yah :(

Rabu, 25 Mei 2016

[OOT] Blogger Award Pertama... tapi Edisi Beauty. Loh?

Iya yah... kok postingan kali ini juauh sekali dari dunia masak memasak yah?

Dan walaupun gak ada kewajiban buat diikuti, kok tetap saya ikuti yah?

Alasan pertama adalah karena ingin menjalin silaturrahim. Sistem award ini adalah dengan saling tag dan memberikan pertanyaan kepada blogger lain, yang kemudian harus mentag temannya yang lain juga. But then, karena saya gak mengikuti dan menjalin koneksi dengan beauty blogger lain, maka sepertinya tag-an ini putus di saya. Hehe :D

Alasan kedua adalah karena sebagai gadis puber, saya juga suka dengan beauty things. Hehe (lagi).

Selasa, 24 Mei 2016

Samosa Vegetarian | IDFB Challenge Middle East

Bismillah...

Ini kali kedua saya mengikuti challenge dari Indonesian Food Blogger (IDFB). IDFB challenge yang lalu, saya engga menang. Hehe. Sebenarnya sih bulan ini saya lagi cooking blue, males blogging, males foto-foto, dan males ngapa-ngapain. Semua ini gara-gara lensa hape saya yang banyak goresan dan bikin foto jadi memburam. Padahal saat saya melihat pengumuman challenge ini di awal bulan lalu, saya semangat loh buat ikutan. Eh gak taunya sekarang malah jadi malas, haha.

Tema IDFB Cookbook Challenge Mei 2016 kali ini adalah makanan atau minuman timur tengah.

Saya udah mikir tuh sejak awal bulan mau bikin apa. Googling banyak web untuk cari referensi. Ada menu yang saya pengen eh tapi bahannya susah didapat. Saya taunya masakan timur tengah itu ya nasi briyani (atau biryani) dan nasi kebuli. Kebetulan yang dua itu pernah saya cicipi, jadi tau gimana rasanya. Tapi saya enggan masak nasi, soalnya magic jar di rumah merupakan wilayah kekuasaan ibu saya. Hehe.

Lalu saya keinget lagi kalo dulu sempat makan shawarma di Burger Shot, Perpaduan ayam, saus mayo, kentang, dan sayurannya itu masih menggelitik lidah saya. Sayangnya waktu saya berkunjung terakhir lagi, menu shawarmanya kosong. Sempat kepikiran mau bikin shawarma, dengan tortilla homemade. Lah tapi urung saya lakukan karena ribet harus bikin kulit dulu sedangkan saya lagi males masak-masak.

Akhirnya cari yang lebih gampang aja. Bikin samosa aja deh.


Senin, 23 Mei 2016

Kedai Oranye Ngalam : Makan Pizza Gak Perlu Mahal

Bismillah...
(baca doa dulu biar pergi setan-setan yang bikin males ngapa-ngapain ini :D)

Nah, kali ini balik lagi ngereview tempat makan, di mana lagi kalau bukan di Malang. Dan... tentu saja, ini late post yang kebangetan. Mungkin sudah setahun dari saya menyantap hidangannya. Duuhh!

Okay, jadi... dulu itu tengah booming postingan tentang Kedai Oranye (dulu belum pake nama Ngalam) di salah satu grup kuliner. Menu yang ditawarkan pun jauh dari bayangan menu sebuah kedai. Saat melihat harga yang ditawarkan pun, terlihat cukup ramah di kantong anak kos. Maka pada suatu kesempatan saya mengajak teman saya untuk menyambangi kedai ini. Saya masih ingat, saat itu tengah musim hujan dan gerimis mulai turun saat saya memarkirkan motor di depan kedai tersebut.

Gak berbeda jauh dari namanya, kedai ini memiliki interior berwarna oranye, warna kesukaan saya. Hehe. Kedainya sederhana, gak terlalu bisa namun ada cukup banyak meja. Saat kami datang pun hanya ada satu pengunjung lain, mungkin karena masih siang. Tapi, si ibu ownernya terlihat sibuk berbicara dengan kurir. Sepengamatan saya sih, Kedai Oranye ini lebih menjangkau pelanggan dengan sistem delivery-nya dibandingkan dengan dine in. Duh, di Malang mah mau makan apa juga tinggal delivery aja. Gak perlu repot panas-panasan ke tempat tujuan. Mau makan apa aja juga bisa. (kangen malang :'( )